Pondok Pesantren Assanadiyah Palembang merupakan lembaga pendidikan Islam yang berlokasi di Jalan Simpang Jaya VII, Jalan Lematang, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Pondok pesantren ini berada di bawah naungan Yayasan Islam Assanadiyah dan dipimpin oleh Dr. K.H. Sunedi, M.Pd.I. sebagai pengasuh pesantren.
Pondok Pesantren Assanadiyah didirikan pada tahun 1986 dan memiliki izin operasional yang tercatat pada tahun 1998. Dalam penyelenggaraan pendidikannya, pesantren memiliki visi, yaitu “Generasi Unggul, Berprestasi dan Berbudi Pekerti (Gaul, Berprestasi dan Berbakti).” Visi tersebut menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan yang menekankan pengembangan kemampuan santri, peningkatan prestasi, serta pembentukan karakter dan akhlak yang baik.
Untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan santri, Pondok Pesantren Assanadiyah memiliki tenaga pengajar dan fasilitas pendukung. Pesantren ini memiliki 27 orang ustaz yang berperan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan pembinaan keagamaan. Jumlah santri yang tercatat terdiri atas 137 orang santri mukim dan 315 orang santri tidak mukim, sehingga keseluruhan santri berjumlah 452 orang. Santri mukim merupakan santri yang tinggal di lingkungan pesantren, sedangkan santri tidak mukim mengikuti kegiatan pendidikan tanpa menetap di asrama pesantren.
Dalam menunjang kebutuhan tempat tinggal santri, Pondok Pesantren Assanadiyah memiliki 12 gedung asrama atau pondok. Fasilitas tersebut mendukung pelaksanaan pendidikan berasrama dan kegiatan pembinaan santri di lingkungan pesantren. Selain itu, pesantren memiliki masjid dengan ukuran 12 × 9 meter yang digunakan sebagai sarana kegiatan keagamaan dan mendukung pelaksanaan ibadah serta pembinaan spiritual santri.
Kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Assanadiyah mencakup berbagai bidang ilmu agama Islam, seperti Al-Qur'an, tajwid, fikih, akidah, akhlak, hadis, tafsir, nahwu, sharaf, dan sejarah Islam. Pembelajaran tersebut didukung dengan kegiatan pengkajian kitab-kitab klasik, pembinaan membaca Al-Qur'an, serta pembelajaran bahasa Arab. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri terhadap ajaran Islam dan membentuk pribadi yang memiliki pengetahuan agama serta akhlak yang baik.
Selain pendidikan keagamaan, Pondok Pesantren Assanadiyah menyelenggarakan pendidikan formal, nonformal, dan informal. Jenjang pendidikan yang tercantum dalam profil pesantren meliputi MI/PPs Ula, SMP, MTs, PP Ula, PP Wustho, PPS Ulya, SMA, SMK, MA, dan STIKes. Adapun pendidikan nonformal meliputi Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), dan pendidikan berasrama atau boarding school. Kegiatan pendidikan informal dilaksanakan melalui pembinaan keagamaan, pengembangan kemampuan akademik, dan peningkatan keterampilan santri.
Dalam rangka mengembangkan bakat dan minat santri, Pondok Pesantren Assanadiyah juga menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan keterampilan. Kegiatan tersebut meliputi pencak silat, pramuka, seni hadrah, kaligrafi, serta olahraga seperti bola voli dan bulu tangkis. Selain itu, terdapat kegiatan pembinaan bahasa, seni, dan keagamaan yang mendukung pengembangan kemampuan serta kreativitas santri.
Pengelolaan Pondok Pesantren Assanadiyah dilaksanakan melalui susunan kepengurusan yang terdiri atas mudir, wakil mudir, sekretaris, bendahara, ketua panti asuhan, serta bagian yang menangani santri dan kepegawaian. Struktur kepengurusan tersebut mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan, pembinaan santri, administrasi, dan operasional pesantren.
Pondok Pesantren Assanadiyah juga berupaya mendukung keberlangsungan pendidikan bagi santri, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Upaya tersebut tercermin dalam pengajuan bantuan operasional pendidikan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, menyediakan sumber belajar, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menunjang pelaksanaan kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren.